Cerita Pendek : Satu Mata Malaikat
Foto oleh Zuch Lucero dari Unsplash via www.unsplash.com Mengapa? Setiap manusia ketika mendengar kata Ibu banyak yang mengaitkan dengan kisah-kasih yang penuh akan kenangan manis. Namun sejenak aku berpikir bahwa kisah-kasih itu hanyalah isapan jempol saja. Dan pada kenyataannya, dialah yang membuatku jadi malu di hadapan teman-temanku. Aku benci Ibuku. Dia adalah manusia yang hanya memiliki satu mata, aku tak tahu mengapa kondisinya seperti itu. Meski hanya memiliki satu mata, ia tetap saja bersikeras membantuku walau aku sering menolaknya. Dia hanyalah orang tua yang sudah kehabisan tenaga untuk membantuku. Dan yang pasti akan menjadi beban dalam hidupku. Arah jarum jam nenunjukan pukul dua puluh malam, dikala itu langit hita yang ditemani gugusan beribu bintang mulai menampakan dirinya kembali. Kulihat ke dalam, ibu telah tertidur. Dan kini hanyalah rasa kesepian yang sanggup menemaniku. Kemudian aku men...